FRP Hari Pertama Berjalan Lancar, Kecamatan Tulakan Bawakan Tema Wewe Gombel

Festival Rontek Pacitan 2024

narasipacitan.com_Festival Ronthek Pacitan (FRP) 2024 hari pertama berlangsung meriah. Ribuan penonton dari dalam dan luar daerah Pacitan memadati sepanjang venue dari depan kantor Bupati Pacitan hingga sepanjang jalan Ahmad Yani. Penonton yang tidak kebagian tempat, memilih menonton acara lewat layar proyektor di lapangan basket Alun-alun. Tidak sedikit warga yang memanjat pagar bangunan, demi bisa menyaksikan event kesenian tahunan tersebut. Rontek yang berlangsung dipertengahan bulan Juli ini, menyajikan suguhan berbeda. Ada penampilan khusus dari 3 orang warna negara asing (WNA) yang memainkan musik rontek lewat grup musik Etnoensemble berkolaborasi dengan ISI Surakarta.

Para peserta rontek tampil totalitas. Mereka menghias kendaraan pengiring sesuai tema yang diangkat masing-masing wilayah. Kecamatan Tulakan misalnya, membawa maskot berwujud makhluk mitologi Wewe Gombel . Tema ini diangkat dari legenda masyarakat setempat yang bercerita tentang tragegi penculikan anak oleh maklhuk yang di juluki wewe gombel. Konon dahulu sering terjadi kasus anak hilang yang diduga diculik mahkluk halus. Warga yang berupaya mencari keberadaan sang anak menggunakan sarana tabuhan kentongan dan tampah (nampan dari anyaman bambu).

”Ritual ini sebagai cara nenek moyang kami saat mencari keberadaan anak hilang akibat ulah wewe gombel” kata Roni Cahyono, komposer musik grup rontek Bekelan dari kecamatan Tulakan.

Selain Kecamatan Tulakan, hari pertama rontek juga menampilkan peserta dari SH Terate Ranting Pacitan, SMP Se-Eks Kawedanan Punung, SMP se-Eks Kawedanan Pacitan, Kecamatan Pringkuku, Kecamatan Pacitan dan Kecamatan Sudimoro. Mereka menempuh rute penampilan rontek dari Venue utama hingga pos-3 sepanjang sekitar 2,5 Km.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengapresiasi gelaran FRP Pacitan, dimana sudah kedua kalinya event ini dimasukan dalam kalender Kharisma Event Nasional (KEN). Kementrian yang diwakili Dirut Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginagin berharap acara ini memciun pertumbuhan ekonomi, melalui geliat pariwisata ekonomi kreatif. Menurutnya, rontek tersaji dengan meriah akibat dari keunikan konsep kegiatan, inovasi dan evaluasi pelaksanaan event dari tahun  ke tahun.

“Kemenparekraf mendukung acara ini sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional” katanya.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji mengucapakan terimakasih atas dukungan semua pihak sehingga rontek Pacitan dapat dimasukan dalam Kharisma Event Nasional. Keberhasilan ini merupakan buah peran para peserta rontek, dan juga ribuan masyarakat yang antusias tiap tahunya, menyaksikan pawai rontek. Bupati mengajak masyarakat untuk meningkatkan promosi rontek hingga ke manca negara.

“Sebesar apapun kita menggelar event kalua tidak diminati maka  poinya berkurang, dan Alhamdulillah kita bisa membuktikan event rontek ini menjadi kebanggaan masyarakat Pacitan”

Hal senada di sampaikan Arifin, anggota DPRD Pacitan yang hadir membuka gelaran rontek hari pertama. Ia berharap evaluasi senantiasa dilaksanakan agar acara semakin berkualitas. DPRD mendukung penuh segala upaya mendongkrak pertumbuhan Kabupaten Pacitan lewat kesenian, pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan ini terus bisa mendatangkan manfaat yang luas bagi masyarakat, mengingat gelarannya saja berlangsung 3 hari,” katanya.

Event FRP 2024 akan berlangsung sejak 15-17 Juli 2024. Petugas menutup sementara  jalan protokol kawasan alun-alun Pacitan. Yakni, Jalan A Yani dan Jalan Jenderal Sudirman(Agn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *