Berita  

Parade Rebana Warnai Halaman DPRD Pacitan, Momentum Hari Jadi Jadi Ruang Menyatukan Warga Lewat Selawat

Parade Aspirasi Rebana tahun 2026 di halaman Gedung DPRD Pacitan dibuka oleh Ketua DPRD Pacitan, Kamis (13/2/2026)

PACITAN — Halaman Gedung DPRD Kabupaten Pacitan berubah menjadi ruang pertemuan masyarakat yang dipenuhi lantunan selawat dan irama rebana pada Kamis (13/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan yang tahun ini menghadirkan nuansa religi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Bukan seperti agenda seremonial pada umumnya, suasana di kompleks gedung wakil rakyat malam itu justru terasa lebih cair. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir menyaksikan penampilan kelompok-kelompok qosidah rebana yang tampil bergantian membawakan syair bernuansa islami.

DPRD Pacitan memandang kegiatan budaya religi tersebut sebagai ruang mempererat hubungan sosial sekaligus menghadirkan suasana yang lebih teduh di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan seni dan tradisi, masyarakat diajak menikmati perayaan hari jadi daerah dengan cara yang lebih menenangkan dan membangun kedekatan.

Ketua DPRD Pacitan menilai selawat dan rebana bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga sarana menghadirkan energi positif di ruang publik. Menurutnya, momentum peringatan hari jadi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga nilai budaya dan spiritual yang telah lama tumbuh di Pacitan.

Gelaran Parade Aspirasi Qosidah Rebana sendiri masuk dalam agenda resmi Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281 dan berlangsung di halaman Gedung DPRD selama beberapa hari pelaksanaan. Kehadiran warga yang memadati area acara menjadi gambaran bahwa kegiatan berbasis budaya dan religi masih mendapat tempat kuat di tengah masyarakat.

“Kita ingin di era digitalisasi masyarakat Pacitan tidak ikut-ikutan menyebarkan hal negatif. Dan mohon doa serta dukungan agar saudara yang bekerja di DPRD dapat bekerja untuk rakyat. Serta disampaikan di dapilnya masing-masing. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, parade rebana kami nyatakan dibuka,”jelas Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi.

Di bawah sorot lampu malam dan irama tabuhan rebana yang bersahutan, halaman gedung legislatif pun menjelma menjadi ruang kebersamaan—tempat perayaan daerah tidak hanya dirasakan sebagai seremoni, tetapi juga sebagai ajang mempererat ikatan sosial antarwarga.(adv/sisk)