Berita  

Mengintip Akar Masalah Diare di Sudimoro: Saat Sanitasi Mengancam Keselamatan Jiwa

Salah satu penderita diare tengah menjalani perawatan di Puskesmas setempat

narasipacitan.com_Di balik perbukitan Kecamatan Sudimoro, sebuah tantangan kesehatan besar sedang mengintai. Ratusan warga terpaksa berjuang melawan diare akibat kualitas lingkungan yang memprihatinkan. Masalahnya klasik namun fatal: keterbatasan akses air bersih dan sanitasi.

​Nunuk Irawati dari Dinkes Pacitan mengungkapkan fakta pahit bahwa 3 dari 10 rumah tangga di wilayah tersebut masih menggunakan pengelolaan limbah yang buruk. Kondisi ini membuat bakteri penyebab diare mudah berpindah ke sumber air minum warga.

​“Masyarakat kita minta segera melapor ke faskes jika ada gejala. Jangan menunggu parah,” pesan Nunuk.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mencatat, kasus diare terjadi secara masif dalam beberapa pekan terakhir dan diduga kuat dipicu oleh buruknya sanitasi lingkungan.

Pihaknya menambahkan, persoalan sanitasi buruk memang masih menjadi tantangan tersendiri di wilayah Sudimoro, terutama di daerah pedesaan dan kawasan dengan keterbatasan akses air bersih. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Pacitan telah berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah desa, guna mendorong perbaikan fasilitas sanitasi dan peningkatan akses jamban sehat bagi masyarakat.

“Itu memang jadi tantangan tersendiri bagi kami, dan kami dari pemerintah daerah tentu akan terus berupaya agar masyarakat memiliki sanitasi yang layak, ” imbuhnya.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan, ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Sudimoro terjangkit diare, dengan mayoritas penderita merupakan anak-anak hingga lansia. Sebagian pasien menjalani rawat jalan, sementara lainnya sempat mendapatkan perawatan di puskesmas Sudimoro dan Sukorejo.

Sementara Dinas Kesehatan Pacitan bersama puskesmas terus melakukan penanganan, mulai dari pengobatan pasien, penyelidikan epidemiologi, hingga edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat. Selain itu, petugas juga membagikan oralit serta mengimbau warga untuk menjaga kebersihan sumber air minum.

“Masyarakat kita minta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala diare supaya segera terdeteksi guna memutus mata rantai penularannya, ” pungkas Nunuk.