Berita  

Meski Rugikan Pemerintah, Rokok Ilegal Laris Manis

narasipacitan.com_Peredaran rokok ilegal di Pacitan, agaknya sulit dibendung. Walau razia dilakukan berulang kali oleh petugas, namun masih saja ditemukan rokok tanpa izin pemerintah ini beredar di masyarakat. Alasannya, pedagang yang ingin meraup untung, tergiur menjual rokok ilegal karena margin laba yang lebih besar, ketimbang menjual rokok berpita cukai.

” Kalau rokok yang ada izinya itu, kami biasanya hanya untung 1000 sampai 1500 perbungkus,” Kata salah satu penjual rokok ilegal, yang terpaksa menyerahkan dagangnya saat dirazia petugas.

Berbeda dengan rokok ilegal, meski merugikan pemerintah, namun membawa untung besar bagi penjualnya. Mereka bisa meraup laba hingga 3 kali lipat, lantaran harga rokok ilegal dari produsen, dipatok dengan harga murah. Selain itu, rokok ilegal lebih mudah terjual terutama konsumen dengan kemampuan daya beli menengah kebawah.

” Ya sebenarnya digemari masyarakat, karena harganya murah, sudah ada filternya dan untuk harga 10-15 ribu per bungkus isinya 16 bahkan ada yang 20 batang” tambahnya.

Disisi lain, peredaran rokok ilegal yang marak juga dipicu lemahnya pengawasan petugas. Dari hasil investigasi, pengawasan kian sulit dilakukan dengan mudahnya transaksi rokok ilegal via online. Produsen dan pedagang melakukan berbagai trik untuk mengedarkan rokok ilegal.

Diketahui, baru-baru ini petugas gabungan melakukan razia rokok ilegal ke sejumlah toko di 4 kecamatan. Hasilnya, petugas menemukan dan menyita 256 bungkus rokok ilegal tanpa cukai berbagai merek.Di Kecamatan Pringkuku, misalnya,disita 248 bungkus rokok ilegal dengan berbagai merek, seperti Angker, Balveer, Lupo, Manchester, Humer, Smith, dan Flash.

‘’Di salah satu toko wilayah Pucangsweu ditemukan 8 bungkus rokok ilegal merek Connext,’’ kata Kepala Satpol PP Pacitan Ardyan Wahyudi kemarin (16/2).

 

disclaimer: tulisan ini bukan ajakan untuk mengkonsumsi rokok legal, apalagi ilegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *